Mengenal Otot Jantung dan Cara Menjaga Kesehatannya

1359x Dibaca
Mengenal Otot Jantung dan Cara Menjaga Kesehatannya Mengenal Otot Jantung dan Cara Menjaga Kesehatannya

Perbesar Huruf :

Kesehatan jantung merupakan hal penting yang harus kita jaga sebaik mungkin. Jantung merupakan organ utama sistem kardiovaskular, jaringan pembuluh darah yang memompa darah ke seluruh tubuh Anda.

Jantung  juga bekerja dengan sistem tubuh lain untuk mengontrol detak jantung dan tekanan darah Anda. Organ tubuh ini dibentuk dari serangkaian otot yang bekerja tanpa sadar untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Lalu, bagaimana cara kerja otot jantung dan apa saja jenis otot pada jantung? Berikut penjelasan lengkap mengenai otot jantung!

Jenis Otot Jantung

Otot adalah jaringan fibrosa yang harus berkontraksi agar bisa bergerak. Ada tiga jenis jaringan otot dalam tubuh, yakni otot lurik, polos, dan jantung. Otot jantung mengandung banyak jenis sel, seperti fibroblas, kardiomiosit, dan sel otot polos.

Letak otot jantung hanya berada di organ jantung. Otot tersebut berisi sel-sel otot jantung, yang bertugas untuk melakukan aktivitas sangat terkoordinasi agar jantung bisa memompa darah ke seluruh tubuh. Otot jantung bekerja secara tak sadar.

Dengan kata lain, otot-otot tersebut bekerja secara otomatis tanpa ada yang mengendalikannya.

Berbeda dengan otot lurik yang menempel pada rangka, gerakan yang dihasilkan jaringan otot jantung merupakan gerakan tak sadar.

Otot jantung juga berkontraksi dan berelaksasi secara cepat agar bisa memompa darah ke seluruh tubuh. Agar proses relaksasi dan kontraksi berjalan lancar, struktur otot jantung memiliki ciri khas yang memungkinkannya berkontraksi secara terkoordinasi dan menahan kelelahan.

Untuk bisa melakukan beberapa karakteristik dan ciri otot jantung tersebut, maka otot jantung memiliki sejumlah komponen khas, seperti:

     Diskus interkalaris

Diskus interkalaris adalah sambungan kecil yang menghubungkan sel otot jantung (kardiomiosit) satu sama lain.

     Gap junction

Gap junction adalah bagian dari cakram interkalasi. Saat 1 sel otot jantung dipancing berkontraksi, maka gap junction menyalurkan rangsangan ke sel jantung berikutnya. Kondisi tersebut menjadikan otot mudah berkontraksi secara terkoordinir.

     Desmosom

Desmosom terletak di dalam cakram interkalasi. Tugas utama desmosom adalah menggabungkan serat otot jantung selama kontraksi.

     Nukleus

Nukleus adalah “pusat kendali” sel, yang berisi semua materi genetik sel. Jika sel otot rangka memiliki banyak inti, sel otot jantung biasanya hanya memiliki satu inti.

Selain memompa darah ke seluruh tubuh, otot jantung juga berperan penting dalam membersihkan sisa metabolisme jantung san membantu sel otot jantung berkontraksi dengan otot lainnya. Otot jantung memiliki bentuk bulat memanjang yang bercabang dan menyatu.

Otot ini juga memiliki serabut jantung yang panjangnya bisa mencapai 100 mikrometer. Jumlah serabut otot jantung bisa mencapai 1500 filamen. Ada dua jenis otot jantung, yakni sarkolema yang memiliki kulit luar sangat tipis dan miofibril yang berbentuk seperti struktur silindris.

Baca Juga: Apa Ciri - Ciri Jantung Bermasalah? Cek Infonya di Sini

Cara Kerja Otot Jantung

Jaringan otot jantung bekerja melalui gerakan tak sadar agar bisa memompa darah ke seluruh tubuh. Otot-otot jantung melakukan gerakan tak sadar melalui sel khusus yang disebut sel alat pacu jantung.

Sel alat pacu jantung juga bertugas mengontrol kontraksi jantung Anda. Sel alat pacu jantung bekerja saat sistem saraf mengirimkan sinyal yang mendorong sel tersebut  untuk mempercepat atau memperlambat detak jantung Anda.

Sel alat pacu jantung Anda terhubung ke sel otot jantung lainnya, sehingga memungkinkannya untuk meneruskan sinyal tersebut. Hal tersebut akan menghasilkan gelombang kontraksi otot jantung Anda, yang menciptakan detak jantung.

Otot jantung juga bekerja dengan cara yang berbeda.

Otot ini bekerja di bawah pengaruh saraf simpatik dan parasimpatik yang menentukan laju jantung lebih cepat atau lambat saat berkontraksi. Otot jantung menerima pasokan darah melalui dua pembuluh darah utama, yakni arteri koroner kanan dan kiri.

Otot jantung menerima darah lalu memompanya secara berkelanjutan.

Jika otot jantung melemah, maka peredaran darah menjadi tidak lancar. Peredaran darah juga bisa berhenti jika otot jantung mengalami kerusakan. Agar tidak terjadi kerusakan, maka kita harus bisa menjaga kesehatan jantung semaksimal mungkin.