Yuk, Pahami Perbedaan Laktosa dan Sukrosa di Sini!

1302x Dibaca
Yuk, Pahami Perbedaan Laktosa dan Sukrosa di Sini! Yuk, Pahami Perbedaan Laktosa dan Sukrosa di Sini!

Perbesar Huruf :

Jika sering memperhatikan komposisi atau nilai gizi suatu makanan kemasan, mungkin Anda akan menemukan kandungan gula di dalamnya. Biasanya gula ini disebut dengan istilah glukosa, sukrosa, fruktosa, atau laktosa.

Begitu pula dengan susu. Susu yang dijual di pasaran biasanya mengandung mengandung dua jenis gula, yaitu sukrosa dan laktosa.

Pada dasarnya, sukrosa dan laktosa merupakan jenis gula. Keduanya sama-sama memiliki rasa yang manis. Namun, sukrosa dan laktosa memiliki perbedaan yang wajib dipahami karena keduanya memiliki efek yang berbeda pada tubuh.

Jika Susu rendah laktosa dikenal manfaatnya yang bagus untuk pencernaan. Bagaimana dengan susu yang mengandung sukrosa?

Gula dan Jenisnya

Gula adalah salah satu bentuk karbohidrat sederhana yang diubah menjadi glukosa atau energi dalam tubuh kita.

Umumnya, gula seringkali menjadi pemanis makanan dan minuman. Gula ada yang bersifat buatan dan ada pula yang terbentuk secara alami pada makanan, seperti buah dan beberapa jenis sayuran.

Secara umum, gula dibedakan menjadi dua jenis, yakni monosakarida dan disakarida.

Monosakarida adalah jenis gula yang memiliki satu molekul seperti glukosa, fruktosa, dan galaktosa.

Sedangkan disakarida adalah jenis gula yang memiliki dua molekul, seperti sukrosa, laktosa, dan maltosa.

Gula juga menjadi salah satu komoditas yang banyak diperdagangkan di dunia. Salah satu jenis gula yang banyak diperdagangkan adalah sukrosa, yang dalam istilah sehari-hari kita sebut dengan gula pasir. Gula pasir inilah yang banyak ditambahkan ke dalam makanan atau minuman sehari-hari kita.

Meski dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, terlalu banyak konsumsi gula juga berbahaya bagi kesehatan.

Terlalu banyak konsumsi gula bisa memicu tekanan darah tinggi, peradangan, obesitas, dan penyakit hati berlemak. Semua jenis penyakit tersebut merupakan faktor risiko stroke dan penyakit jantung, yang menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia.

Oleh karena itu, kita disarankan untuk membatasi asupan gula, khususnya gula tambahan.

Berdasarkan data National Health Service Inggris (NHS), batas aman konsumsi gula untuk orang dewasa sekitar 30 gram sehari. Sementara itu, batas aman konsumsi gula untuk anak-anak sekitar 24 gram sehari.

Sumber Asupan Gula Sehari-hari

Jika dilihat dari asalnya, gula terdiri dari dua macam, yakni gula alami dan gula tambahan.

Gula alami adalah jenis gula yang bisa kita temukan dalam makanan seperti buah, sayuran, susu, dan beberapa biji-bijian. Salah satu contoh gula alami adalah gula yang ada pada buah atau susu.

Sementara itu, gula tambahan terdapat dalam makanan olahan. Gula tambahan seringkali tidak mengandung gizi dan hanya memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Biasanya, gula tambahan digunakan untuk meningkatkan warna, cita rasa, dan tekstur makanan. Contoh makanan yang mengandung gula tambahan antara lain permen, kue, roti, dan es krim.

Namun jika kita lihat dari molekul pembentuknya, gula terbagi menjadi monosakarida dan disakarida. Monosakarida sendiri memiliki tiga jenis, yakni glukosa, fruktosa, dan galaktosa.

Glukosa dibutuhkan tubuh sebagai energi sel agar tetap berfungsi. Jenis gula ini bisa kita temukan dalam makanan seperti nasi, roti, dan tepung.

Sementara itu, fruktosa bisa kita temukan dalam buah, sayur, madu, dan biji-bijian. Jenis gula ini memiliki rasa yang paling manis dibandingkan gula lainnya sehingga sering digunakan dalam industri makanan.

Sedangkan galaktosa adalah jenis gula yang ditemukan dalam produk hewani seperti susu.

Jenis gula berikutnya adalah disakarida yang terdiri atas sukrosa, maltosa, dan laktosa.

Sukrosa seringkali disebut dengan gula tebu. Jenis gula ini didapatkan dari hasil penyulingan dan kristalisasi.

Maltosa adalah jenis gula yang tidak terbentuk di alam. Gula ini terbentuk dari hasil pemecahan pati.

Sedangkan laktosa adalah jenis gula yang terdapat dalam susu, yang bisa dipecah menjadi glukosa dan galaktosa.

Baca Juga: Kenapa Perlu Minum Susu Rendah Laktosa?

Perbedaan Laktosa dan Sukrosa

Sukrosa dan laktosa adalah jenis gula yang banyak terkandung dalam makanan atau minuman kemasan, terutama dalam produk susu.

Banyak di pasaran produk yang dijual dengan klaim rendah laktosa. Namun, sebenarnya banyak orang yang tak bisa membedakan apa itu sukrosa dan laktosa.

Tidak semua produk susu rendah laktosa memiliki kandungan sukrosa yang juga rendah.

Bisa jadi, susu jenis ini memiliki kandungan sukrosa yang tinggi untuk menambah rasa manis. Sebab dalam hal rasa, sukrosa memang memiliki cita rasa yang lebih manis dibandingkan laktosa.

Sukrosa terbuat dari glukosa dan fruktosa. Secara alami, sukrosa bisa Anda temukan dalam buah, sayur, dan biji-bijian. Namun, jenis gula ini juga sering ditambahkan dalam makanan olahan seperti sereal, permen, atau makanan kaleng.

Sementara itu, laktosa adalah gula alami yang bisa kita temukan dalam susu atau produk olahan susu. Jenis gula ini terbentuk dari molekul glukosa dan galaktosa.

Asi mengandung sekitar 7,2 persen laktosa, sedangkan susu sapi hanya mengandung sekitar 4,7 persen laktosa.