Ingin Mengganti Makanan Lansia dengan Susu Tinggi Kalori? Perhatikan Hal-hal Berikut Dulu!

3116x Dibaca
Susu Tinggi Kalori untuk Mengganti Makanan Lansia? - Ensure Susu Tinggi Kalori untuk Mengganti Makanan Lansia? - Ensure

Perbesar Huruf :

Seiring bertambahnya usia, kebutuhan nutrisi Anda pun akan berubah. Tidak hanya itu, perubahan pun sangat mungkin terjadi khususnya pada pola makan dan tingkat nafsu makan. Orang yang lebih tua memiliki kecenderungan makan dengan porsi yang lebih sedikit. Padahal, asupan vitamin, kadar mineral dan kalorinya perlu dipertimbangkan dengan baik, agar tidak menimbulkan dampak berbahaya.

 

Banyak hal yang perlu dipertimbangkan bukan berarti pada masa tua Anda harus menjalankan diet yang terlalu ketat. Sebagai caretaker atau orang yang mulai siaga menyambut masa tua nanti, Anda dapat mengantisipasi pemenuhan nutrisi ini dengan menyiapkan makanan bergizi seimbang, suplemen, bahkan susu (susu rendah lemak bukan susu tinggi kalori). Ketiga hal tersebut dapat mendukung kesehatan dan kebugaran untuk orang tua. Apakah makanan bisa diganti dengan susu semata? Atau apa keuntungan rutin minum susu untuk orang tua? Berikut adalah pembahasan lengkapnya.

 

Kebutuhan Nutrisi pada Orang Tua

Pada orang tua, kebutuhan energi berkurang akibat penurunan metabolisme basal dan penurunan aktivitas fisik. Terdapat pula perubahan lain seperti penyerapan vitamin D yang kurang efektif. Pada beberapa kasus, penanganan dalam pemenuhan kebutuhan lansia pun memang harus terkonsentrasi. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan individu yang berbeda-beda. 

 

Sebagian orang tua bisa jadi tidak cocok menggunakan pola makan 3 kali sehari, namun lebih cocok jika makan dengan porsi kecil sebanyak 5 kali dalam sehari. Hal-hal seperti ini perlu diperhatikan agar nafsu makannya tetap terjaga dan sesuai dengan preferensi orang tua yang berbeda-beda. Poin paling penting dalam pemenuhan nutrisi ini adalah memastikan bahwa makanan atau minuman yang dikonsumsi harus nikmat dan mudah dimakan. Selain itu, hindarkan orang tua dari situasi yang dapat menimbulkan stres dan terlalu menguras energi. Akan lebih baik jika konsumsi suplemen dan susu kalori tinggi pun disertakan dalam asupan setiap harinya.

 

Kurangnya Nafsu Makan dan Risiko Malnutrisi

Orang tua atau lansia memang sangat wajar memiliki nafsu makan yang berkurang. Hal ini dapat disebabkan oleh menurunnya fungsi indera perasa mereka seiring bertambahnya usia. Berkurangnya fungsi ini menyebabkan makanan yang terasa hambar. Lebih dari itu, pada orang tua biasanya memiliki permasalahan pada daerah mulut dan gigi yang menyebabkan mereka sulit mengunyah. Jadi, penentuan makanan yang sesuai dengan fungsi organ mulut lansia, bersamaan dengan selera mereka memang sangat perlu diperhatikan. 

 

Perawatan di rumah bisa menjadi opsi terbaik atas masalah pemenuhan nutrisi pada lansia. Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah kesehatan fisik dan mental yang harus didukung oleh seisi rumah, terutama oleh caretaker. Mengusahakan keadaan rumah tetap kondusif merupakan salah satu upaya untuk mendukung kesehatan mental orang tua, sedangkan untuk kesehatan fisik bisa didukung dengan rutinitas olahraga atau kegiatan fisik yang dapat dilakukan secara bersama-sama. 

 

Hal di atas tidak semata-mata dilakukan agar orang tua bebas stres dan kuat secara fisik, namun hal ini juga berkaitan dengan nafsu makan orang tua dan pemenuhan nutrisinya. Jika mood dan perasaannya baik, dapat menutupi beberapa kekurangan lain yang mungkin dialami orang tua terkait nafsu makannya (berkurangnya fungsi indera dan organ mulut yang sudah disebut di atas).