BMI Rendah dan Hubungannya dengan Kekuatan Otot. Perlukah Minum Susu Penambah Massa Otot?

1926x Dibaca
BMI Rendah dan Hubungannya dengan Kekuatan Otot? BMI Rendah dan Hubungannya dengan Kekuatan Otot?

Perbesar Huruf :

Body Mass Index (BMI) adalah pengukuran berat badan tubuh yang dijadikan landasan untuk mengetahui tingkat kesehatan seseorang. Formula ini dicetuskan oleh seorang matematikawan, Adolphe Quetelet pada 1832, untuk menghitung populasi yang mengalami obesitas. Bagaimana cara kerja BMI? Lalu, bagaimana hubungan antara BMI dengan kekuatan otot dan apakah susu penambah massa otot dapat membantu Anda dalam merawat kebugaran otot?

Cara Kerja BMI

Cara menghitung BMI begini, bagi total berat badan (dalam kilogram) dengan tinggi badan (dalam meter) yang telah dikuadratkan. Misalnya, berat badan Anda adalah 80 kilogram dan tinggi badan Anda adalah 1,80 meter. Berarti BMI Anda, yaitu 80 kilogram, dibagi 1,80 meter kuadrat sebagai tinggi Anda. Hasilnya, BMI Anda tercatat di angka 55,5. Itulah cara menghitung BMI ideal.

Kalau BMI berada di bawah angka 18,5, Anda dikategorikan sebagai orang yang kekurangan berat badan. Berat badan Anda terbilang normal apabila tercatat pada angka 18,5 sampai 24,9. Sementara itu, jika berat badan berada di atas 25–29,9, Anda berarti kelebihan berat badan. Kemudian, Anda bisa dikatakan obesitas ketika BMI menunjukkan angka lebih dari 30.

BMI Bukan Faktor Penentu Kesehatan

Namun, ternyata, menurut beberapa ahli, BMI tidak dapat secara akurat menilai tingkat kesehatan seseorang. Scott Kahan, Direktur National Center for Weight and Wellness di Amerika Serikat, mengatakan bahwa dia pernah bertemu dengan mereka dengan BMI yang overweight dan mengindikasikan obesitas, tetapi tetap bugar. Kadar kolesterol dan tekanan darah seseorang dapat berada pada tingkat yang baik, terlepas dari status BMI. Menurut beliau, BMI tidak mencerminkan tingkat kesehatan seseorang secara menyeluruh. Perlu diketahui, BMI tidak bisa mendeteksi faktor-faktor genetika dan gaya hidup. Selain itu, melakukan BMI tidak disarankan sebagai cara menghitung massa otot dan lemak dalam tubuh. Anda dengan BMI yang tinggi belum tentu tepat disebut sebagai seseorang yang tidak sehat sebab angka BMI Anda merupakan kombinasi antara massa otot dan lemak.

Meskipun demikian, Scott Kahan menyatakan bahwa BMI bisa digunakan sebagai tahap awal dalam pengecekan selanjutnya dalam kesehatan. Akan tetapi, BMI tidak bisa dijadikan sebagai cara mengetahui massa otot atau cara menghitung massa otot dalam tubuh. Manfaatkanlah uji Magnetic Resonance Imaging (MRI). Ketika melakukan tes MRI, tubuh Anda akan mengeluarkan energi yang akan dideteksi oleh mesin. Inilah cara menghitung massa otot.