Apa Perbedaan Osteoporosis dan Osteoarthritis? Berikut Penjelasannya!

887x Dibaca
Apa Perbedaan Osteoporosis dan Osteoarthritis? Berikut Penjelasannya! Apa Perbedaan Osteoporosis dan Osteoarthritis? Berikut Penjelasannya!

Perbesar Huruf :

Osteoporosis dan osteoarthritis merupakan jenis penyakit tulang. Meski namanya mirip, keduanya merupakan penyakit tulang berbeda.

Kedua penyakit ini diawali dengan kata “osteo” yang artinya tulang. Sementara “porosis” artinya berpori dan “arthritis” artinya radang sendi.

Namanya yang mirip membuat kebanyakan orang salah menafsirkannya. Di sisi lain, ada orang yang menderita kedua penyakit ini secara bersamaan.

Apa Itu Osteoporosis?

Osteoporosis adalah penyakit tulang, di mana massa tulang dan kepadatan mineral tulang menurun, yang menyebabkan peningkatan risiko patah tulang. Ini berarti tulang menjadi lebih tipis, lebih rapuh, dan lebih mudah patah. Penyakit ini juga kerap disebut pengeroposan tulang.

Pengeroposan tulang merupakan penyebab utama patah tulang pada wanita pascamenopause dan pria berusia lanjut.

Patah tulang dapat terjadi di manapun, tetapi paling sering terjadi pada tulang pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan.

Gejala Tulang Keropos

Tulang keropos disebut penyakit "senyap" karena biasanya tidak ada gejala sampai tulang patah atau satu atau lebih tulang belakang kolaps (fraktur).

Kendati demikian, Anda perlu mewaspadai gejala berikut:

  • Kehilangan tinggi badan (semakin pendek satu inci atau lebih).
  • Perubahan postur (bungkuk ke depan).
  • Sesak nafas (kapasitas paru-paru lebih kecil karena cakram terkompresi).
  • Fraktur tulang.
  • Nyeri di punggung bawah.

Baca Juga: 7+ Gejala Osteoporosis Pada Lansia & Cara Mengobatinya!

Para lansia perlu memperhatikan hal berikut:

  • Gigi tanggal jika osteoporosis mempengaruhi rahang
  • Sakit punggung, bisa mengindikasikan patah tulang belakang atau kompresi
  • Kehilangan tinggi badan
  • Patah tulang
  • Ada punuk di punggung atas

Faktor Yang Dapat Meningkatkan Risiko Pengeroposan Tulang

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena pengeroposan tulang meliputi:

  1. Jenis kelamin. Perempuan lebih mungkin terkena penyakit tulang keropos karena massa tulang puncak yang lebih rendah dan tulang yang lebih kecil dibanding pria.
  2. Usia. Seiring bertambahnya usia, pengeroposan tulang terjadi lebih cepat, dan pertumbuhan tulang baru lebih lambat.
  3. Riwayat keluarga. Jika salah satu orangtua Anda memiliki riwayat penyakit tulang keropos, Anda juga berisiko mengalaminya.
  4. Perubahan hormon. Rendahnya kadar hormon tertentu dapat meningkatkan potensi pengeroposan tulang. Misalnya, hormon estrogen menurun setelah perempuan menopause dan rendahnya kadar hormone testosterone pada pria.
  5. Tingkat aktivitas fisik yang rendah berkontribusi pada peningkatan potensi tulang keropos.
  6. Minum alkohol berlebihan

Apa itu Osteoarthritis?

Osteoarthritis adalah jenis radang sendi yang paling umum terjadi dan dialami jutaan orang di dunia. Osteoarthritis juga disebut pengapuran sendi atau penyakit sendi degeneratif.

Sendi adalah pertemuan antara dua tulang. Tulang rawan adalah jaringan pelindung yang menutupi ujung tulang.

Seseorang yang mengalami osteoarthritis, tulang rawan pelindung yang menjadi bantalan ujung tulang ini rusak, aus seiring waktu dan menyebabkan tulang di dalam sendi bergesekan sehingga menyebabkan rasa sakit, kekakuan, dan gejala lainnya.

Osteoarthritis lebih mungkin berkembang seiring bertambahnya usia, biasanya terjadi secara perlahan selama bertahun-tahun.

Peradangan dan cedera pada sendi bisa menyebabkan perubahan tulang, kerusakan tendon dan ligament, dan kerusakan tulang rawan yang menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan deformitas sendi.

Gangguan tulang ini bisa menyerang sendi dan tulang manapun, tetapi yang paling kerap dirasakan adalah sendi di tangan, lutut, pinggul, dan tulang belakang.