Pentingnya Massa Otot dalam Masa Penyembuhan

Perbesar Huruf :

Walaupun Anda atau orang tua termasuk yang sangat memperhatikan dan menjaga tubuh tetap fit, namun dengan banyaknya tantangan terhadap kesehatan, ada kalanya Anda bisa jatuh sakit. Sadarkah Anda, ketika mengalami sakit hingga membuat tidak dapat bergerak aktif, jumlah massa otot dapat hilang dengan cepat dan mengganggu masa pemulihan Anda? 

 

Massa otot dapat hilang saat seseorang bertambah umur, setelah usia 40 tahun massa otot dapat berkurang 8% setiap dekade (10 tahun). Bila Anda mengalami sakit dan tidak bisa aktif bergerak atau harus menjalani bed-rest, Anda dapat mengalami risiko kehilangan massa otot sebesar 5% hanya dalam waktu 10 hari. Kehilangan massa otot tersebut bisa meningkat 3 kali lipat lebih besar apabila Anda dirawat di ICU. 

 

Otot berperan penting tidak hanya dalam fungsi struktural tubuh seperti kekuatan dan tenaga, mobilitas, postur dan keseimbangan. Otot juga memiliki fungsi dalam proses metabolik seperti mengatur gula darah, menyimpan glutamin yang sangat diperlukan dalam sistem imunitas, dan juga protein serta glikogen sebagai cadangan energi tubuh.

 

Kehilangan massa otot akan menyebabkan terganggunya metabolisme tubuh, kehilangan kekuatan dan memengaruhi mobilitas, yang bila terjadi pada orang tua lanjut usia, berisiko meningkatkan risiko terjatuh dan patah tulang. Hal tersebut selain dapat mengurangi kemandirian dan kualitas hidup, juga menyebabkan pemulihan kesehatan akan berlangsung lebih lama dan berarti biaya perawatan pun dapat terus meningkat.

 

Nutrisi yang tepat, termasuk asupan protein yang cukup, sangat penting dalam mencegah atau mengembalikan massa otot yang hilang. Protein merupakan nutrisi makro yang perannya sangat penting dalam menjaga daya tahan tubuh dan juga merupakan bahan penyusun berbagai jaringan organ tubuh termasuk otot. Ketika Anda atau orang tua berada dalam masa pemulihan, kebutuhan protein meningkat, sehingga jumlah sumber protein yang dikonsumsi pun perlu bertambah. 

 

Pilihlah sumber protein yang baik untuk dikonsumsi dan bervariasi antara protein dari sumber hewani, seperti telur dan ikan, serta sumber nabati seperti kacang-kacangan, kedelai dan tahu. Konsumsi juga protein yang baik dalam mencegah massa otot berkurang seperti HMB, yang merupakan jenis metabolit leusin dan telah terbukti klinis dalam mencegah pemecahan protein yang ada dalam tubuh dan menjaga massa otot. HMB terkandung secara alami dalam makanan seperti alpukat, jeruk bali dan ikan lele, namun sulit untuk mendapatkan HMB yang cukup dari sumber makanan saja. Karena itu, akan sangat berguna untuk mendapatkan suplemen nutrisi yang mengandung HMB. Pilihannya bisa berupa susu, karena susu kaya nutrisi yang dapat mendukung pemulihan, dan juga akan lebih mudah untuk dikonsumsi terutama untuk orang tua yang sulit makan dan untuk orang tua sakit.

 

PT Abbott Products Indonesia kini hadirkan Goldsure by Ensure yang dapat diberikan untuk membantu nutrisi selama pemulihan dibawah pengawasan dokter. Setiap gelas Goldsure by Ensure yang sesuai dengan anjuran penyajian akan memberikan 10 gram Triple Protein berkualitas yg mudah diserap, dicerna dan bertahan lama dalam tubuh, dan juga HMB sebagai nutrisi yang penting untuk memastikan kekuatan otot terutama untuk para orang tua dalam pemulihan setelah sakit. Goldsure by Ensure juga padat energi dan mengandung  sumber serat pangan FOS yang merupakan prebiotik untuk mendukung kesehatan saluran cerna. Selain itu, dalam setiap sajiannya, Goldsure by Ensure juga dilengkapi omega 3 & 6, rendah laktosa, 14 vitamin dan 9 mineral yang dapat mendukung kesehatan tubuh. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui susu terbaik untuk orang tua sesuai dengan kondisi tubuhnya.

 

 

Referensi:

 

Deutz NEP, et al: Algorithm depicting the management pathway for identifying, assessing, and managing low muscle mass. Clin Nutr. 2013;32:704-712

Grimby G and Saltin B: The Ageing Muscle. Clin Physiol. 1983;3:209–218

Stout et al: Effect of calcium β-hydroxy-β-methylbutyrate (CaHMB) with and without resistance training in men and women 65+yrs: a randomized, double-blind pilot trialExp Gerontol.2013;48:1303–1310