Mengenal Jenis-jenis Osteoporosis dan Tips Mencegahnya

1255x Dibaca
Mengenal Jenis-jenis Osteoporosis dan Tips Mencegahnya Mengenal Jenis-jenis Osteoporosis dan Tips Mencegahnya

Perbesar Huruf :

Pengeroposan tulang atau osteoporosis memiliki jenis yang berbeda-beda. Variasi jenis osteoporosis tersebut harus kita pahami dengan baik agar kita bisa melakukan langkah pencegahan.

Umumnya, ada tiga jenis osteoporosis yang bisa terjadi, yakni osteoporosis primer, sekunder, dan juvenil.

Setiap jenisnya memiliki langkah penanganan dan pencegahan yang berbeda-beda. Namun, sebelum mengenal jenis-jenis osteoporosis dan tips mencegahnya, sebaiknya kita memahami lebih dahulu apa itu penyakit osteoporosis.

Berikut penjelasan lengkap mengenai osteoporosis dan jenis-jenisnya yang wajib dipahami!

Apa Itu Osteoporosis?

Untuk memahami apa itu osteoporosis, kita bisa melihatnya terlebih dahulu dari asal kata osteoporosis itu sendiri. Osteoporosis dibentuk dari dua suku  kata, yakni osteo yang berarti tulang dan porous yang berarti keropos. Jadi, osteoporosis merupakan penyakit yang menyebabkan tulang keropos.

Pengeroposan tulang terjadi karena adanya penurunan massa tulang dan kualitas jaringan tulang yang bisa membuat tulang rapuh.

Data WHO menyebutkan bahwa osteoporosis merupakan penyakit yang ditandai dengan rendahnya massa tulang, disertai dengan penurunan kualitas jaringan tulang dan perubahan mikroarsitektur. Hal tersebut bisa membuat tulang rapuh dan risiko patah tulang meningkat.

Osteoporosis juga dikenal sebagai “silent disease” atau penyakit yang muncul tanpa gejala karena proses berkurangnya tulang terjadi secara perlahan. Hal tersebut kerap membuat orang tak sadar jika dirinya menderita osteoporosis sampai terjadi patah tulang.

Osteoporosis terjadi ketika metabolisme tulang terganggu. Tulang merupakan jaringan hidup yang memperbarui dirinya sendiri. Jadi, tulang yang lama akan dihancurkan dan diganti dengan tulang yang baru.

Baca Juga: Apa Itu Osteoporosis? Jenis, Gejala dan Penyebabnya

Proses tersebut didukung oleh pembangun tulang atau osteoblas dan sel pembongkar tulang atau osteoklas yang bekerja saling mengisi sehingga tulang terbentuk dengan utuh. Namun jika osteoklas bekerja melebihi osteoblas, maka kepadatan tulang akan terganggu dan tulang pun menjadi keropos.

Terganggunya metabolisme tulang bisa terjadi karena berbagai kondisi, seperti kurangnya produksi estrogen, kurangnya asupan kalsium dan vitamin D, dan berkurangnya stimulasi mekanik pada tulang. Pengeroposan tulang juga bisa terjadi karena efek samping obat tertentu dan gaya hidup buruk seperti merokok dan alkohol.

Dengan mengetahui faktor penyebabnya, kita akan lebih mudah untuk melakukan cara mencegah osteoporosis.

Osteoporosis juga terdiri dari berbagai jenis. Jenis osteoporosis pertama adalah osteoporosis primer.

Osteoporosis primer terjadi akibat penuaan disertai dengan berkurangnya produksi hormon serta asupan kalsium dan vitamin D. Osteoporosis sekunder adalah terjadi karena komplikasi akibat penyakit lain atau efek obat, yang bisa menurunkan kepadatan massa tulang.

Jenis osteoporosis berikutnya adalah osteoporosis juvenil. Osteoporosis juvenil tidak memiliki penyebab yang pasti. Biasanya, osteoporosis juvenil terjadi pada anak-anak atau orang dewasa muda. 

Jenis-Jenis Osteoporosis

1. Osteoporosis Primer

Osteoporosis primer terjadi karena faktor penuaan. Jenis osteoporosis ini terdiri dari dua macam, yakni osteoporosis tipe 1 dan osteoporosis tipe 2. Osteoporosis tipe 1 terjadi pasca menopause atau saat wanita berhenti menstruasi.

Hal ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas osteoklas, terkait dengan penurunan kadar estrogen dalam sirkulasi tubuh.

Kurangnya estrogen dikaitkan dengan peningkatan pelepasan sitokin yang merangsang osteoklas. Akibatnya, tulang menjadi rapuh lebih cepat namun proses pembentukan tulang baru berjalan lebih lama.

Osteoporosis primer tipe 2, yang juga dikenal sebagai osteoporosis senilis, bisa terjadi pada pria dan wanita. Jenis osteoporosis ini terjadi karena berkurangnya kalsium dan ketidak seimbangan antara kierja osteoklas dan osteoblast. Biasanya, jenis osteoporosis ini terjadi pada orang-orang yang berusia di atas 70 tahun.

2. Jenis Osteoporosis Sekunder

Osteoporosis sekunder terjadi karena adanya efek obat atau masalah medis lain yang menyebabkan massa tulang berkurang. Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan massa tulang berkurang antara lain gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal.

Sedangkan obat yang bisa berpengaruh pada kekuatan tulang antara lain kortikosteroid, anti kejang, dan barbiturat. Osteoporosis sekunder bisa menyebabkan penurunan densitas tulang yang sangat besar. Osteoporosis sekunder juga bisa terjadi karena adanya gangguan hormon endokrin.

Gangguan endokrin mempengaruhi sistem kelenjar yang mengontrol hormon dalam tubuh. Karena hormon berperan penting dalam pertumbuhan tulang, terlalu banyak atau terlalu sedikit pelepasan hormon dapat menurunkan kepadatan tulang.

3. Osteoporosis Juvenil

Osteoporosis juvenil masih belum diketahui penyebabnya. Jenis osteoporosis ini kerap terjadi pada anak-anaka atau orang dewasa muda. Kondisi osteoporosis juvenil bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi hingga dewasa.

Osteoporosis juvenil biasanya ditandai dengan adanya nyeri di punggung bawah, pinggul, dan kaki, sering disertai dengan kesulitan berjalan. Penyakit ini juga ditandai dengan nyeri lutut dan pergelangan kaki serta fraktur pada ekstremitas bawah.

Pada tahap yang serius, osteoporosis juvenil bisa menyebabkan tulang belakang melengkung atau kifosis, kehilangan tinggi badan, dada cekung, atau pincang.