Yuk, Cari Tahu Cara Mencegah Osteoporosis di Sini!

1230x Dibaca
Yuk, Cari Tahu Cara Mencegah Osteoporosis di Sini! Yuk, Cari Tahu Cara Mencegah Osteoporosis di Sini!

Perbesar Huruf :

Osteoporosis atau keropos tulang adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai dengan menurunnya kekuatan tulang sehingga tulang mudah patah.

Sekitar 200 juta orang diperkirakan menderita osteoporosis di seluruh dunia. Meski osteoporosis bisa terjadi pada pria dan wanita, faktanya wanita empat kali lebih mungkin terkena penyakit ini daripada pria.

Penyakit osteoporosis juga sering dijuluki sebagai Silent Disease karena proses berkurangnya kepadatan tulang terjadi secara perlahan dan berlangsung progresif selama bertahun-tahun.

Proses tersebut sering kali terjadi tanpa disadari atau tanpa disertai adanya gejala. Maka tak heran, banyak orang yang baru menyadari dirinya mengalami osteoporosis ketika telah mengalami komplikasi serius.

Banyak orang menyepelekan penyakit ini. Padahal, hampir setiap tiga detik terjadi fraktur atau patah tulang akibat osteoporosis.

Setiap tahunnya, osteoporosis bertanggung jawab atas lebih dari dua juta patah tulang setiap tahun, dan jumlah ini diperkirakan terus bertambah setiap tahunnya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa setiap orang harus mewaspadai adanya penyakit ini.

Penyebab Osteoporosis

Hilangnya kepadatan massa tulang adalah bagian normal dari penuaan. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat seseorang kehilangan kepadatan tulang lebih cepat. Hal inilah yang memicu osteoporosis, termasuk meningkatnya risiko patah tulang.

Wanita lebih berisiko terkena osteoporosis dibanding pria, terutama jika menopause dimulai lebih awal (sebelum usia 45 tahun) atau ovarium mereka telah diangkat.

Meski demikian, osteoporosis juga dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Selain faktor usia dan jenis kelamin, ada banyak faktor yang bisa memicu osteoporosis, yakni:

  1. Ukuran tubuh yang terlalu kecil bisa memicu berkurangnya kadar massa tulang. Seiring bertambahnya usia, hal ini juga berdampak pada kepadatan tulang.
  2. Ketidakmampuan usus menyerap nutrisi dalam makanan atau malabsorpsi.
  3. Mengonsumsi obat tertentu, terutama yang berdampak pada kadar hormon, seperti penggunaan obat kortikosteroid dan pengobatan kanker prostat.
  4. Kurang olahraga.

Selain penyebab yang telah diuraikan di atas, gaya hidup merokok juga bisa menjadi penyebab terjadinya osteoporosis.

Penelitian membuktikan bahwa mereka yang merokok memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah dan risiko patah tulang yang lebih tinggi daripada bukan perokok.

Hal ini terjadi karena efek toksik dari nikotin bisa menghalangi kemampuan tubuh untuk menggunakan estrogen, kalsium, dan vitamin D, yang semuanya mendukung kepadatan massa tulang.

Osteoporosis juga rentan terjadi pada orang dengan kondisi seperti berikut:

  1. Asupan kalsium rendah: Kekurangan kalsium bisa meningkatkan risiko osteoporosis. Asupan kalsium yang rendah berkontribusi pada berkurangnya kepadatan tulang, pengeroposan tulang dini dan peningkatan risiko patah tulang.
  2. Gangguan Makan: Sangat membatasi asupan makanan dan kekurangan berat badan melemahkan tulang.
  3. Operasi gastrointestinal: Pembedahan untuk mengurangi ukuran perut Anda atau untuk mengangkat bagian dari usus membatasi jumlah luas permukaan yang tersedia untuk menyerap nutrisi, termasuk kalsium.

Gejala Osteoporosis

Osteoporosis sering kali tidak menunjukkan gejala.Tanda pertama bahwa Anda mungkin mengalaminya adalah ketika tulang Anda patah atau fraktur karena jatuh atau kecelakaan yang relatif kecil. Fraktur bisa terjadi di area pinggul, tulang belakang atau pergelangan tangan.

Terkadang, osteoporosis bisa menyebabkan masalah punggung ketika tulang belakang Anda yang terpengaruh. Hal ini biasanya terjadi di sekitar punggung tengah atau bawah. Jika beberapa tulang belakang terpengaruh, tulang belakang Anda bisa melengkung dan tinggi badan bisa berkurang.

Terkadang patah tulang belakang bisa membuat sulit bernafas karena hanya ada lebih sedikit ruang di bawah tulang rusuk. Jika Anda mengalami patah tulang belakang, Anda juga memiliki risiko patah tulang pinggul atau pergelangan tangan yang lebih besar.

Baca Juga: 7+ Gejala Osteoporosis Pada Lansia dan Cara Mengobati!

6 Cara Mencegah Osteoporosis

Mencegah osteoporosis adalah cara terbaik untuk menghindari adanya komplikasi serius. Semakin baik Anda menjaga kesehatan tulang Anda, risiko osteoporosis pun semakin bisa dihindari.

Oleh karenanya, kita perlu mengetahui bagaimana cara mencegah osteoporosis. Berikut ini daftar cara mencegah osteoporosis sejak dini yang bisa dipraktikkan sejak usia muda:

1. Olahraga Secara Rutin, Termasuk Olahraga Angkat Beban

Seperti yang disebutkan sebelumnya, osteoporosis bisa menyebabkan fraktur atau patah tulang, khususnya di area panggul dan tulang belakang.

Risiko patah tulang inilah yang membuat penderita osteoporosis khawatir untuk berolahraga. Padahal, olahraga sangat membantu menjaga kesehatan tulang yang akan menghindarkan kita dari bahaya penyakit tersebut.

Beberapa jenis olahraga tertentu justru dapat membantu menguatkan tulang dan otot, memperbaiki keseimbangan, koordinasi dan fleksibilitas, di mana semua itu akan membantu kita terhindar dari bahaya osteoporosis. Beberapa jenis olahraga yang dapat membantu kita mencegah osteoporosis antara lain:

     Latihan menahan beban, seperti berjalan, joging, bermain tenis, atau menari setidaknya selama 30 menit, tiga kali seminggu.

     Free Weight, weight machine, dan stretch bands.

     Latihan keseimbangan, seperti tai chi dan yoga.

2. Berhenti Merokok

Selain berdampak buruk pada kesehatan paru-paru dan jantung, merokok juga bisa meningkatkan risiko osteoporosis. Hal ini terjadi karena zat yang terkandung dalam rokok, yakni nikotin, bisa menghambat produksi sel pembentuk tulang.

Penelitian membuktikan bahwa merokok bisa mempercepat penurunan kepadatan massa tulang. Merokok juga bisa meningkatkan risiko kejadian patah tulang atau fraktur. Perokok yang mengalami patah tulang juga membutuhkan proses penyembuhan yang lebih lama.